Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi. Tiga mahasiswa dari kampus ini berhasil meraih prestasi luar biasa di ajang kompetisi bergengsi tingkat nasional dan internasional dalam tiga bulan terakhir. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara ini mampu bersaing di kancah akademik yang lebih luas.
Mereka yang berhasil membawa nama baik kampus adalah Dewi Lestari Saputri (24 tahun) dari Program Studi Teknologi Pangan, Fadjar Ramadhan (23 tahun) dari Fakultas Teknik Elektro, dan Siti Aminah Putri (22 tahun) dari Program Studi Bioteknologi. Ketiga mahasiswa ini berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu masing-masing dalam kompetisi yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia, bahkan dunia.
Latar Belakang Kompetisi dan Partisipasi
Kompetisi Sains Mahasiswa Nasional (KSMN) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi pada bulan Februari 2026 lalu menjadi panggung utama bagi Dewi Lestari Saputri. Kompetisi ini menghadirkan lebih dari 500 peserta dari 120 universitas di Indonesia yang bersaing dalam berbagai kategori, mulai dari teknologi pangan, farmasi, energi terbarukan, hingga inovasi sosial. Dewi, yang merupakan mahasiswa semester tujuh, mengikuti kategori Teknologi Pangan dengan judul penelitian “Pengembangan Cookies Fungsional dari Tepung Onggok Terfermentasi sebagai Pangan Alternatif untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Sulawesi Tenggara.”
Penelitian Dewi fokus pada pemanfaatan limbah singkong (onggok) yang melimpah di daerah sekitar Kendari menjadi produk pangan bernilai tinggi. Melalui proses fermentasi alami menggunakan bakteri asam laktat, Dewi berhasil meningkatkan kandungan nutrisi dan daya cerna cookies tersebut. Hasilnya tidak hanya memberikan solusi pemanfaatan limbah pertanian, tetapi juga menciptakan produk yang dapat dipasarkan secara komersial dengan harga terjangkau bagi masyarakat ekonomi lemah.
Sementara itu, Fadjar Ramadhan meraih medali perak dalam lomba internasional yakni Southeast Asia Engineering Innovation Competition (SEAIC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada bulan Maret. Kompetisi yang melibatkan 45 tim dari 12 negara Asia Tenggara ini menampilkan proyek Fadjar berjudul “Smart Microgrid System for Rural Electrification in Remote Areas.” Sistem yang dirancang Fadjar mengintegrasikan energi terbarukan dari panel surya dan turbin angin skala kecil dengan baterai penyimpan energi, dikendalikan oleh artificial intelligence untuk optimalisasi distribusi daya.
Di sisi lain, Siti Aminah Putri meraih medali perunggu dalam International Young Scientist Forum (IYSF) 2026 yang digelar di Surabaya pada bulan April ini. Riset Siti berjudul “Bioprospecting of Endophytic Fungi from Mangrove Plants in Sulawesi for Potential Pharmaceutical Compounds” menemukan tiga jenis fungi endofitik baru dari tanaman mangrove lokal yang menunjukkan aktivitas antibakteri dan antifungi yang signifikan. Temuan ini membuka peluang pengembangan obat alami baru untuk mengatasi resistensi antibiotik yang semakin mengkhawatirkan.
Dukungan Institusional dan Proses Pembinaan
Kesuksesan ketiga mahasiswa ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari berbagai lembaga di Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Sutrisno, M.T., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini.
“Prestasi yang diraih oleh Dewi, Fadjar, dan Siti adalah hasil dari kerja keras mereka, dedikasi para pembimbing, dan dukungan ekosistem akademik yang kami bangun. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan inovasi dan penelitian berbasis lokal yang berdampak global. Ketiga mahasiswa ini adalah representasi nyata dari visi kami,” ujar Prof. Bambang dalam sesi wawancara di ruang kerjanya di Gedung Aula Rektorat, Jumat (11 April 2026).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset, Dr. Slamet Harianto, M.Sc., menambahkan bahwa institusi telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung penelitian mahasiswa berprestasi. “Kami telah memberikan beasiswa penelitian, akses ke laboratorium modern, dan membawa mentor profesional dari industri untuk membimbing mahasiswa. Tahun ini saja, kami mengalokasikan Rp 2,5 miliar untuk mendukung 30 proyek riset mahasiswa unggulan,” jelasnya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M) Unismuh Kendari, Dr. Yusuf Mahmuddin, Ph.D., mengungkapkan strategi khusus yang diterapkan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan mahasiswa berbakat. “Kami memiliki program mentoring intensif yang dimulai sejak mahasiswa masuk di semester awal. Setiap calon peneliti diarahkan untuk memilih topik riset yang relevan dengan potensi lokal Sulawesi Tenggara. Kami percaya bahwa inovasi terbaik datang dari pemahaman mendalam tentang kebutuhan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Perjalanan dan Tantangan
Dewi Lestari Saputri menceritakan perjalanan risetnya yang dimulai sejak semester kelima. “Awalnya saya ingin membuat produk dari berbagai limbah pertanian, tetapi setelah melakukan survei ke beberapa desa di sekitar Kendari, saya melihat betapa melimpahnya limbah singkong. Saya kemudian mendalami potensi fermentasi yang sudah digunakan oleh masyarakat lokal selama bertahun-tahun,” cerita Dewi dalam wawancara di Laboratorium Teknologi Pangan, Gedung Teknik Unismuh Kendari, Kamis (10 April 2026).
Perjalanannya tidak mulus. Dewi menghadapi beberapa hambatan teknis dalam proses fermentasi awal. “Kami mencoba berbagai strain bakteri asam laktat selama tiga bulan, dan hasilnya tidak konsisten. Pembimbing saya, Dr. Rini Handayani, M.Sc., menyarankan untuk bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Padi di Bogor. Dari sana kami mendapatkan strain bakteri yang optimal dan proses produksi dapat distandardisasi,” tambahnya.
Sementara Fadjar Ramadhan menceritakan tantangan yang dihadapinya dalam mengembangkan sistem microgrid berbasis AI. “Komponen hardware tidak sulit, tapi mengintegrasikan dengan artificial intelligence untuk prediksi kebutuhan energi yang akurat adalah tantangan besar. Saya harus belajar machine learning dari nol,” ujar Fadjar ketika ditemui di Laboratorium Elektronika Daya, Jumat (11 April 2026).
Dukungan dari pembimbing akademik, Prof. Dr. Eng. Ahmad Wiradarma, M.T., sangat berperan dalam kesuksesan Fadjar. “Prof. Ahmad tidak hanya mengajar teori, tetapi juga membawa saya ke lapangan untuk melihat langsung kondisi desa-desa terpencil yang belum mendapat akses listrik. Itu membuat saya lebih memahami konteks masalah yang sesungguhnya,” ucapnya.
Siti Aminah Putri pula menghadapi tantangan serupa dalam penelitiannya tentang fungi endofitik. “Mengidentifikasi jenis fungi baru memerlukan teknik kultur yang sangat presisi dan peralatan yang canggih. Kami beruntung laboratorium Unismuh Kendari telah dilengkapi dengan peralatan spektrometri dan sequencing DNA terbaru,” ungkap Siti di Laboratorium Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dampak dan Perspektif ke Depan
Prestasi ketiga mahasiswa ini membawa dampak signifikan tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi perkembangan iptek dan ekonomi lokal. Produk cookies fungsional yang dikembangkan Dewi telah mendapat perhatian dari beberapa UMKM di Kendari. Beberapa di antaranya telah melakukan inkubasi produk dengan dukungan dari pusat inkubasi bisnis kampus.
“Kami sudah mendapat pesanan dari tiga kelompok ibu-ibu rumahan di Kecamatan Puuwatu untuk memproduksi cookies ini dalam skala lebih besar. Direncanakan bulan depan akan dimulai produksi pilot sebanyak 100 kilogram per bulan,” kata Dewi dengan antusiasme.
Sistem microgrid yang dikembangkan Fadjar juga menarik perhatian Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Tenggara. “Kami sedang mempersiapkan proposal untuk implementasi sistem ini di tiga desa terpencil di Kabupaten Muna dan Buton sebagai program pilot,” ungkap Fadjar yang optimis.
Sementara itu, penemuan fungi endofitik Siti telah menarik perhatian dari dua perusahaan farmasi nasional untuk melakukan penelitian lanjutan. “Kami sudah menandatangani letter of intent untuk melakukan penelitian bersama tahun depan. Semoga dari sini bisa lahir obat baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” harapnya.
Rektor Prof. Bambang Sutrisno melihat prestasi ini sebagai langkah awal dari transformasi yang lebih besar. “Kami menargetkan pada lima tahun ke depan, Universitas Muhammadiyah Kendari akan memiliki setidaknya 10 mahasiswa per tahun yang meraih prestasi internasional. Untuk itu, kami terus meningkatkan fasilitas riset, menambah dosen berkualifikasi doktor, dan membangun jejaring dengan universitas terkemuka dunia,” katanya.
Penutup
Pencapaian Dewi Lestari Saputri, Fadjar Ramadhan, dan Siti Aminah Putri menunjukkan bahwa institusi pendidikan di daerah mampu menghasilkan inovator dan peneliti berkelas dunia. Dengan dukungan sistemik dari pimpinan kampus, bimbingan dosen yang berkualitas, dan fasilitas penelitian yang terus ditingkatkan, Universitas Muhammadiyah Kendari membuktikan bahwa lokasi geografis bukan penghalang untuk meraih keunggulan akademik.
Ketiga mahasiswa ini tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga membuka pintu untuk penelitian yang berorientasi pada pemecahan masalah nyata masyarakat Sulawesi Tenggara. Inovasi mereka menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan sejati adalah ketika penelitian akademis bertemu dengan kebutuhan sosial dan ekonomi lokal.
Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa inovasi ini tidak hanya berhenti di tingkat kompetisi, tetapi benar-benar diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini, Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi transisi dari penelitian ke implementasi praktis yang berdampak nyata.
—
Kata kunci: Universitas Muhammadiyah Kendari, mahasiswa berprestasi, kompetisi nasional internasional, inovasi penelitian, prestasi akademik
Berita ini ditulis oleh tim redaksi kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 11 April 2026.