BEM Universitas Muhammadiyah Kendari Gelar Forum Dialog Mahasiswa Membahas Isu Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial di Aula Utama Kampus
Kendari, 19 April 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan acara Forum Dialog Mahasiswa yang berlangsung meriah pada hari Sabtu, 19 April 2026, di Aula Utama Gedung Rektorat kampus. Kegiatan yang mengusung tema “Mahasiswa Bergerak: Mewujudkan Pendidikan Berkualitas dan Keadilan Sosial” ini menghadirkan lebih dari 500 peserta dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan jurusan yang ada di universitas.
Acara yang berlangsung selama enam jam, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA, menampilkan sejumlah narasumber kunci, termasuk pejabat kampus, akademisi, dan pemerhati isu-isu sosial kemahasiswaan. Forum ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengangkat suara mereka terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalani pendidikan tinggi, sekaligus membangun solusi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas akademik.
Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Pelaksanaan Forum Dialog Mahasiswa ini merupakan komitmen BEM Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menjalankan fungsinya sebagai representasi mahasiswa dan wadah aspirasi kampus. Menurut keterangan dari berbagai sumber, kegiatan ini telah direncanakan selama tiga bulan sebelumnya sebagai bagian dari program kerja BEM periode 2025-2026.
“Kami melihat bahwa ada banyak isu-isu penting yang perlu didiskusikan secara terbuka dan konstruktif di lingkungan kampus,” ujar Rizki Pratama, Ketua BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, pada saat pembukaan acara. “Forum ini bukan sekadar ajang berbicara, tetapi juga menciptakan ekosistem dialog yang sehat dan menghasilkan rekomendasi konkret untuk kemajuan institusi kita.”
Menurut Rizki, isu-isu yang menjadi fokus dalam forum kali ini meliputi aksesibilitas pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu, kualitas sarana dan prasarana akademik, serta peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat lokal. Selain itu, kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat sinergi antar organisasi kemahasiswaan di kampus agar lebih terkoordinasi dan efektif dalam melaksanakan program-programnya.
Jalannya Acara dan Pembahasan Inti
Sesi pembukaan Forum Dialog Mahasiswa dipimpin oleh Achmad Suryanto, Dekan Bidang Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam sambutan pembukanya, Achmad menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga aksesibilitas pendidikan dan mengembangkan moralitas sosial.
“Mahasiswa adalah aset bangsa yang tidak ternilai harganya. Melalui forum seperti ini, kita berharap dapat membangun generasi pemimpin yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi,” jelas Achmad Suryanto dalam sambutan formalnya.
Forum Dialog Mahasiswa kemudian dibagi menjadi tiga sesi utama. Sesi pertama, yang berlangsung pada pukul 10.00 hingga 11.30 WITA, menghadirkan diskusi panel tentang “Akses Pendidikan Berkualitas untuk Semua Mahasiswa.” Panel ini diikuti oleh tiga pembicara utama, yaitu Dr. Siti Nurhaliza, M.Si., Kepala Bagian Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari; Drs. Hendra Wijaya, seorang pakar pendidikan tinggi dari Institut Pendidikan Nasional Kendari; dan Lina Marlina, seorang mahasiswi dari Jurusan Manajemen yang juga merupakan penerima beasiswa penuh kampus.
Dalam sesi ini, Dr. Siti Nurhaliza menjelaskan tentang berbagai program beasiswa yang tersedia di Universitas Muhammadiyah Kendari, baik yang bersumber dari internal kampus maupun eksternal. “Kami memiliki komitmen untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa berprestasi, terlepas dari latar belakang ekonominya, dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani masalah finansial,” kata Dr. Siti.
Sementara itu, Drs. Hendra Wijaya memberikan perspektif lebih luas tentang tantangan pendidikan tinggi di Indonesia saat ini. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan karakter dan soft skills mahasiswa.
“Dunia kerja saat ini membutuhkan tidak hanya lulusan yang cerdas, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan adaptabilitas tinggi,” tutur Drs. Hendra, yang direspon dengan anggukan setuju dari para peserta di aula.
Sesi kedua, yang berlangsung pada pukul 12.00 hingga 13.30 WITA (dengan istirahat makan siang selama 30 menit), mengangkat topik “Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Masyarakat Lokal.” Sesi ini membahas berbagai inisiatif yang telah dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam berkontribusi pada masyarakat, khususnya di sekitar wilayah Kendari.
Pembicara pada sesi kedua antara lain adalah Budi Santoso, Koordinator Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kendari; dan Sinta Kusuma, Ketua Organisasi Mahasiswa Peduli Lingkungan (OMPL) kampus. Mereka berbagi cerita tentang berbagai program nyata yang telah diimplementasikan, mulai dari program literasi digital untuk masyarakat desa, pelatihan keterampilan untuk ibu-ibu rumah tangga, hingga program kebersihan lingkungan yang melibatkan ratusan mahasiswa.
“Mahasiswa bukan hanya penuntut ilmu, tetapi juga agen perubahan sosial. Kami percaya bahwa pendidikan yang baik harus berdampak langsung pada masyarakat,” ungkap Budi Santoso dengan antusiasme tinggi.
Sesi ketiga, yang digelar pada pukul 13.30 hingga 15.00 WITA, merupakan sesi diskusi interaktif yang melibatkan seluruh peserta forum. Pada sesi ini, peserta dibagi menjadi lima kelompok diskusi kecil, masing-masing membahas topik spesifik: aksesibilitas fasilitas kampus, kualitas layanan akademik, peningkatan kesejahteraan mahasiswa, kolaborasi antar organisasi kemahasiswaan, dan advokasi kebijakan pendidikan.
Setiap kelompok kemudian menunjuk satu orang sebagai perwakilan untuk menyampaikan hasil diskusi mereka di depan audiens yang lebih luas. Dari berbagai rekomendasi yang dihasilkan, beberapa yang menonjol antara lain: perlunya peningkatan kualitas Wi-Fi di area Aula dan Gedung-gedung akademik; pembentukan pusat karir yang lebih responsif; penambahan fasilitas olahraga dan kesehatan mental; serta peningkatan koordinasi antar organisasi mahasiswa agar program mereka tidak tumpang tindih.
Tanggapan Pejabat Kampus dan Komitmen Institusional
Menanggapi berbagai rekomendasi yang dihasilkan forum, Prof. Dr. Amir Hamzah, S.H., M.Hum., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi atas semangat dan partisipasi aktif mahasiswa.
“Saya senang melihat energi dan antusiasme mahasiswa dalam mengangkat berbagai isu penting. Forum seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami tidak pasif, tetapi proaktif dalam mencari solusi,” ungkap Prof. Amir dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Rektor menjanjikan bahwa pihak rektorat akan melakukan kajian mendalam terhadap semua rekomendasi yang dihasilkan forum dan akan mengalokasikan sumber daya untuk implementasinya. “Dalam tiga bulan ke depan, kami akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi ini. Mahasiswa akan kami libatkan dalam proses implementasi sehingga mereka dapat melihat langsung dampak dari aspirasi yang mereka sampaikan,” janjian Prof. Amir.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Jamaludin, S.T., M.T., juga menyampaikan hal serupa. Menurut Jamaludin, forum ini merupakan bagian penting dari sistem feedback institusional yang membantu universitas terus berkembang dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.
“Kami percaya bahwa universitas yang baik adalah universitas yang mendengarkan suara mahasiswanya. Oleh karena itu, mekanisme dialog seperti ini perlu terus diperkuat dan dilakukan secara berkala,” katanya.
Respons dan Partisipasi Organisasi Mahasiswa
Selain BEM pusat, forum ini juga mendapat dukungan aktif dari berbagai organisasi kemahasiswaan lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari, seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan, Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan berbagai organisasi tematik lainnya.
Roni Hermawan, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, menyatakan bahwa forum ini memberikan wadah yang sangat dibutuhkan bagi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi mereka. “Biasanya, aspirasi mahasiswa hanya terserap melalui berbagai kejadian insidental. Namun, dengan forum terstruktur seperti ini, kami dapat mengagregasi berbagai masalah dan memberikan solusi yang lebih terencana,” ujar Roni.
Sementara itu, Yunita Sari, Ketua Organisasi Mahasiswa Pemberdayaan Perempuan (OMPP), mengatakan bahwa kehadiran forum ini sangat relevan mengingat semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi mahasiswa, khususnya dalam aspek kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan akademik.
“Banyak mahasiswa yang merasa stress dan terbebani oleh ekspektasi akademik. Forum seperti ini membuka ruang untuk berbicara tentang hal-hal yang sering dianggap tabu, dan kami yakin ini akan menciptakan lingkungan kampus yang lebih sehat secara psikologis,” jelas Yunita.
Dampak dan Harapan ke Depan
Penyelenggaraan Forum Dialog Mahasiswa ini diharapkan akan berdampak positif pada berbagai aspek kehidupan kampus. Pertama, secara langsung, forum ini menghasilkan berbagai rekomendasi konkret yang dapat dijadikan acuan oleh pimpinan universitas dalam membuat kebijakan institusional. Kedua, secara tidak langsung, forum ini memperkuat sense of belonging mahasiswa terhadap universitas mereka dan menunjukkan bahwa suara mereka didengar dan dihargai.
“Ketika mahasiswa merasa bahwa aspirasi mereka didengar dan ditindaklanjuti, maka tingkat kepuasan mahasiswa akan meningkat, dan ini akan berdampak pada kualitas pembelajaran dan reputasi universitas secara keseluruhan,” jelas Dr. Siti Nurhaliza, Kepala Bagian Akademik, dalam pembicaraannya dengan penulis setelah acara berakhir.
Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi universitas untuk melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan dan layanan administratif. Dengan melibatkan mahasiswa dalam proses ini, diharapkan universitas dapat tetap relevan dan responsif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Penutup
Forum Dialog Mahasiswa yang diselenggarakan oleh BEM Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 ini merupakan wujud nyata dari komitmen mahasiswa untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan institusi mereka. Dengan menghadirkan lebih dari 500 peserta dan menghasilkan berbagai rekomendasi konkret, forum ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari adalah generasi yang sadar, proaktif, dan peduli terhadap masa depan pendidikan dan masyarakat.
Ke depannya, diharapkan bahwa forum dialog semacam ini dapat dijadikan tradisi tahunan di Universitas Muhammadiyah Kendari, sehingga tercipta ekosistem dialog yang berkelanjutan antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan universitas. Dengan demikian, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi inkubator pemimpin masa depan yang berkarakter, berbudi luhur, dan peduli terhadap kemajuan bersama.
—
Reporter: [Nama Jurnalis Kampus]
Editor: [Nama Editor Humas]
Foto: Dokumentasi BEM Universitas Muhammadiyah Kendari