KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) terus berinovasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas infrastruktur akademik. Sebagai bukti komitmen tersebut, kampus terkemuka di Sulawesi Tenggara ini melakukan revitalisasi komprehensif terhadap Unit Aula dan Gedung dalam rangka mendukung peningkatan akreditasi institusi. Inisiatif strategis ini diluncurkan secara resmi pada Sabtu, 13 April 2026, dan menjadi bagian integral dari roadmap pengembangan kampus hingga tahun 2030.
Program peningkatan mutu yang melibatkan investasi jutaan rupiah ini tidak hanya fokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga integrasi teknologi pendukung pembelajaran, standar keselamatan internasional, serta peningkatan aksesibilitas bagi seluruh sivitas akademika. Langkah proaktif Unmuh Kendari ini diharapkan mampu meningkatkan skor akreditasi dari Level B menjadi Level A dalam waktu dua tahun ke depan.
Latar Belakang Peningkatan Infrastruktur Akademik
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang berdiri sejak tahun 1988, telah menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan jumlah mahasiswa mencapai lebih dari 8.000 orang dan didukung oleh 400 tenaga pendidik serta tenaga kependidikan, universitas ini terus berkembang pesat dalam berbagai aspek akademik dan non-akademik.
Namun, dalam evaluasi akreditasi institusi terakhir yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tahun 2023, Unmuh Kendari memperoleh beberapa rekomendasi perbaikan, khususnya dalam hal sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Aula dan gedung-gedung utama kampus, meski masih layak pakai, dinilai memerlukan modernisasi untuk memenuhi standar akreditasi yang lebih tinggi dan sesuai dengan perkembangan pendidikan global.
“Kami memahami bahwa infrastruktur bukan sekadar aspek fisik, tetapi representasi dari komitmen kami terhadap kualitas pendidikan,” jelas Rektor Unmuh Kendari, Prof. Dr. H. Syamsul Bachri, M.Pd., dalam pidato pembukaan acara peluncuran program revitalisasi.
Analisis mendalam yang dilakukan oleh tim manajemen strategis universitas menunjukkan bahwa Unit Aula dan Gedung memerlukan pembaruan komprehensif. Beberapa isu yang teridentifikasi mencakup kapasitas ruang yang tidak lagi optimal untuk mengakomodasi berbagai kegiatan akademik, sistem ventilasi dan pendingin udara yang ketinggalan zaman, infrastruktur teknologi informasi yang belum terintegrasi, serta beberapa aspek aksesibilitas yang belum memenuhi standar internasional bagi pengguna dengan kebutuhan khusus.
Rencana Revitalisasi Unit Aula dan Gedung
Program peningkatan mutu yang dirancang oleh Kantor Perencanaan dan Pengembangan (KPP) Unmuh Kendari melibatkan tiga fase implementasi strategis. Fase pertama, yang telah dimulai sejak Januari 2026, mencakup pembaruan Unit Aula utama dengan kapasitas 2.000 kursi.
Menurut Vice Rector Facilities and Infrastructure, Dr. Bambang Sutrisno, M.T., proyek ini akan menghadirkan fitur-fitur canggih yang sebelumnya belum ada di kampus. “Unit Aula kami akan dilengkapi dengan sistem audiovisual 4K resolution, sistem akustik premium, pencahayaan cerdas berbasis LED hemat energi, dan sistem pendingin udara dengan teknologi inverter terkini. Semua dirancang untuk mendukung berbagai jenis acara akademik, seminar internasional, hingga konferensi skala nasional,” ungkapnya pada Jumat, 12 April 2026, saat inspeksi lapangan.
Fase kedua akan menangani tiga gedung utama untuk kegiatan belajar-mengajar, yaitu Gedung A (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Gedung B (Fakultas Teknik dan Sains), dan Gedung C (Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Renovasi mencakup modernisasi ruang kelas dengan fasilitas pembelajaran hybrid, instalasi wireless network 5G di seluruh area gedung, dan penghadiran ruang kolaboratif untuk mendukung project-based learning.
“Pembelajaran di era digital membutuhkan infrastruktur yang selaras. Setiap ruang kelas akan dilengkapi dengan interactive smart board, sistem video conferencing terintegrasi, dan power outlet yang cukup untuk perangkat elektronik mahasiswa,” jelaskan Kepala Unit Teknologi dan Informasi, Ir. Dedi Gunawan, S.T., M.Kom.
Fase ketiga, yang akan berjalan hingga akhir 2026, mencakup peningkatan area eksternal, termasuk taman kampus, jalur pedestrian yang ramah aksesibilitas, dan pembangunan shelter berkualitas di area tunggu. Investasi total untuk seluruh proyek revitalisasi mencapai Rp 47 miliar, yang bersumber dari dana hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta kontribusi dari yayasan pendiri dan sumber pendapatan operasional universitas.
Dampak Terhadap Peningkatan Akreditasi
Kepala Kantor Perencanaan dan Pengembangan, Drs. H. Sukarno, M.M., menerangkan bahwa revitalisasi infrastruktur ini berkorelasi langsung dengan komponen akreditasi institusi. “Dalam standar akreditasi BAN-PT, sarana dan prasarana merupakan salah satu dari delapan standar utama yang dinilai. Kualitas infrastruktur akademik secara signifikan mempengaruhi skor akhir akreditasi institusi,” kata Sukarno dalam wawancara khusus.
Dalam dokumen evaluasi diri (EvaDir) yang telah dipersiapkan untuk pengajuan akreditasi ulang pada tahun 2028, tim universitas mencantumkan peta jalan peningkatan infrastruktur sebagai bukti komitmen nyata dalam meningkatkan mutu. Standar minimal yang menjadi target Unmuh Kendari meliputi ketersediaan ruang belajar yang memenuhi rasio 1 ruang untuk 40 mahasiswa, fasilitas laboratorium dengan peralatan modern sesuai akreditasi program studi, serta sistem manajemen bangunan yang ramah lingkungan.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Dr. Eka Susanti, S.T., M.T., mengungkapkan optimisme bahwa program ini akan membawa dampak signifikan. “Kami telah memetakan setiap aspek infrastruktur dengan standar internasional yang berlaku. Tidak hanya sekedar membangun, tetapi membangun dengan visi jangka panjang untuk mendukung excellence in education,” jelasnya dengan antusias.
Lebih lanjut, LPM Unmuh Kendari telah mengidentifikasi indikator kinerja utama (KPI) yang akan dimonitor secara berkala. Indikator tersebut mencakup tingkat kepuasan pengguna terhadap fasilitas (target 90%), efisiensi penggunaan energi (target pengurangan 30% dalam dua tahun), dan peningkatan tingkat utilisasi ruang untuk berbagai jenis kegiatan akademik.
Perspektif Sivias dan Rencana Komunikasi
Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD) yang diikuti oleh 150 mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan pada 10-12 April 2026, mayoritas peserta mengapresiasi inisiatif universitas tersebut. Salah satu mahasiswa angkatan ketiga, Nur Azizah, dari Program Studi Manajemen Informatika, berbagi perspektifnya:
“Sebagai mahasiswa yang sering menggunakan aula untuk berbagai acara akademik dan mahasiswa, saya sangat senang mendengar ada rencana renovasi. Fasilitas yang lebih baik akan membuat pengalaman belajar kami lebih nyaman dan profesional. Saya juga berharap mahasiswa dilibatkan dalam proses implementasi, misalnya melalui program magang di proyek konstruksi ini,” ujar Nur Azizah.
Dari kalangan dosen, Dr. Hendra Wijaya, M.Sc., dari Departemen Fisika, menyambut baik terutama aspek teknologi yang akan diintegrasikan. “Dengan smart classroom dan sistem video conferencing yang baik, kami dapat menyelenggarakan pembelajaran yang lebih interaktif. Bahkan bisa membuka peluang kolaborasi akademik dengan dosen dari universitas lain,” katanya dengan bersemangat.
Universitas juga telah menyiapkan strategi komunikasi menyeluruh untuk menginformasikan kemajuan proyek kepada seluruh stakeholder. Tim Public Relations Unmuh Kendari akan mengeluarkan laporan progress bulanan, mengadakan open house fasilitas saat penyelesaian setiap fase, dan menampilkan konten edukatif tentang proses revitalisasi di media sosial dan website resmi kampus.
Komitmen Terhadap Keberlanjutan dan Inklusi
Salah satu aspek penting dari program revitalisasi adalah komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan inklusi sosial. Semua bangunan yang direnovasi akan menggunakan material ramah lingkungan dan menerapkan prinsip green building. Unit Aula yang baru akan dilengkapi dengan sistem solar panel pada atap, sistem pengumpul air hujan, serta instalasi pengolahan limbah yang memenuhi standar lingkungan.
Direktur Sustainability and Community Engagement, Siti Nurhaliza, M.Env., menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Unmuh Kendari terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). “Kami tidak hanya membangun infrastruktur untuk kepentingan internal kampus, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosial. Lapangan di depan Gedung A akan kami desain sebagai ruang publik yang dapat digunakan oleh komunitas sekitar, khususnya untuk kegiatan pendidikan dan budaya,” paparnya.
Aspek aksesibilitas juga menjadi prioritas utama. Semua gedung yang direnovasi akan memiliki jalur landai (ramp), elevator berstandar internasional, toilet aksesibel, serta signage dalam berbagai format untuk pengguna dengan kebutuhan visual khusus. Universitas juga mengalokasikan tempat parkir khusus dan area istirahat untuk penyandang disabilitas.
Target Pencapaian dan Proyeksi Akreditasi
Berdasarkan timeline yang telah ditetapkan, renovasi Unit Aula akan selesai pada bulan Agustus 2026, diikuti serah terima dan commissioning pada September 2026. Renovasi Gedung A, B, dan C dijadwalkan selesai pada November 2026, sedangkan pekerjaan area eksternal akan berakhir pada Desember 2026.
Setelah infrastruktur selesai, universitas akan melakukan audit komprehensif terhadap kepatuhan terhadap standar akreditasi institusi. Proses self-evaluation akan dilakukan dari Januari hingga Juni 2027, disusul dengan kunjungan asesor BAN-PT yang dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun 2027.
Rektor Unmuh Kendari mengungkapkan target ambisius namun realistis. “Kami menargetkan peningkatan skor akreditasi institusi dari Level B dengan Borang Akreditasi Institusi (BAN) saat ini menjadi Level A pada akreditasi 2028. Ini memerlukan upaya komprehensif tidak hanya dalam infrastruktur, tetapi juga dalam peningkatan kualitas akademik dan manajemen institusi,” kata Prof. Dr. H. Syamsul Bachri dengan penuh keyakinan.
Penutup
Program revitalisasi Unit Aula dan Gedung Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan cerminan nyata dari visi institusi untuk menjadi universitas berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan standar internasional. Investasi besar ini bukan hanya tentang memperindah kampus secara visual, melainkan tentang menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif dan profesional.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan universitas, sivitas akademika, dan stakeholder eksternal, serta didukung oleh teknologi terkini dan desain yang mempertimbangkan keberlanjutan, Unmuh Kendari optimis bahwa program ini akan berkontribusi signifikan dalam peningkatan akreditasi institusi. Pada gilirannya, akreditasi yang lebih tinggi akan memperkuat posisi Unmuh Kendari sebagai pilihan utama calon mahasiswa, meningkatkan kepercayaan industri terhadap lulusan, dan membuka peluang kolaborasi akademik internasional yang lebih luas.
Perjalanan menuju excellence baru saja dimulai, dan setiap pemangku kepentingan Unmuh Kendari berkomitmen untuk menjadikan kampus ini sebagai pusat pembelajaran yang bermakna dan berdampak positif bagi pembangunan daerah dan bangsa.