KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari) kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Pada Selasa, 17 April 2026, kampus yang berlokasi di pusat Kota Kendari ini merayakan pencapaian luar biasa mahasiswanya yang meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional (KITN) 2026, sebuah kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan berbagai universitas terkemuka di Indonesia.
Prestasi membanggakan ini diraih oleh tim mahasiswa Unismuh Kendari yang terdiri dari tiga orang anggota: Muhammad Rizki Pratama (22 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester 7), Siti Nurul Amaliyah (21 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro semester 6), dan Dedi Hermanto (23 tahun, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin semester 8). Mereka berhasil mengalahkan 247 tim peserta dari berbagai universitas di seluruh Indonesia dengan menghadirkan inovasi aplikasi bernama “Smart Coastal Guard System” — sebuah sistem manajemen keamanan pantai berbasis artificial intelligence dan Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan keamanan laut dan pencegahan pencurian ikan di perairan Indonesia.
Latar Belakang Prestasi Gemilang
Pencapaian ini bukan datang begitu saja. Perjalanan panjang tim mahasiswa Unismuh Kendari dimulai sejak awal tahun 2025, ketika mereka menemukan gap yang signifikan dalam sistem keamanan pantai tradisional. Sebagai kampus yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan wilayah maritim yang luas, tim ini terinspirasi untuk menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kondisi geografis lokal namun memiliki aplikasi nasional.
Proses pengembangan inovasi dilakukan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi (P3T) Unismuh Kendari, yang didukung penuh oleh fasilitas laboratorium modern di Gedung Unit Aula dan Gedung Teknik kampus. Dalam jangka waktu 14 bulan, tim ini melakukan riset mendalam, pengembangan prototype, dan pengujian lapangan yang melibatkan kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Smart Coastal Guard System yang kami ciptakan mengintegrasikan teknologi drone berbasis AI, sensor monitoring maritim, dan dashboard analytics real-time yang dapat mengidentifikasi aktivitas mencurigakan di perairan dalam hitungan detik,” jelas Muhammad Rizki Pratama saat diwawancarai di ruang Aula Universitas Muhammadiyah Kendari pada hari pengumuman hasil kompetisi.
Inovasi ini bukan hanya sekedar produk akademis. Sistem yang dikembangkan telah diuji coba di Perairan Selat Buton dan Laut Flores dengan hasil yang mengesankan. Dalam uji coba tiga bulan, sistem ini berhasil mendeteksi 34 insiden pencurian ikan skala besar dan meningkatkan efektivitas patroli keamanan laut hingga 67 persen.
Kompetisi Ketat dan Prestasi Gemilang
Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 merupakan ajang kompetisi paling prestisius di bidang inovasi teknologi di Indonesia. Kompetisi yang digelar di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, dari 12 hingga 16 April 2026, menghadirkan lebih dari 250 tim dari universitas-universitas terkemuka seperti ITB, UI, IPB, Telkom University, dan universitas-universitas unggulan lainnya di seluruh nusantara.
Proses seleksi berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah seleksi online berdasarkan proposal dan dokumentasi inovasi. Dari 247 tim, hanya 50 tim yang lolos ke tahap kedua, yaitu presentasi dan demonstrasi prototype di hadapan para juri yang terdiri dari pakar teknologi, peneliti, dan praktisi industri terkemuka.
Tim Unismuh Kendari berhasil menembus ke tahap ketiga sebagai salah satu dari 15 tim finalis. Dalam presentasi final pada 16 April 2026, mereka mempresentasikan complete ecosystem dari Smart Coastal Guard System, mulai dari hardware design, software architecture, machine learning algorithms, hingga business model dan sustainability plan.
“Panel juri sangat terkesan dengan aspek praktikalitas dan implementabilitas dari inovasi ini. Tidak hanya menarik dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang jelas bagi masyarakat Indonesia, khususnya nelayan dan aparat keamanan maritim,” ungkap Siti Nurul Amaliyah dengan bangga.
Pengumuman hasil kompetisi dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada hari terakhir kompetisi. Ketika nama Universitas Muhammadiyah Kendari dipanggil sebagai pemenang pertama, tim mahasiswa ini meledakkan kegembiraan yang menulari seluruh ruang auditorium. Penghargaan yang mereka terima mencakup sertifikat juara, medali emas, uang tunai senilai Rp 500 juta, dan kesempatan untuk mempresentasikan inovasi mereka di berbagai forum internasional.
Dukungan Institusional yang Solid
Pencapaian gemilang ini tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh dari institusi kampus. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyediakan fasilitas laboratorium bertaraf internasional, akses ke pusat penelitian, mentor akademik berpengalaman, dan dana hibah riset yang memadai untuk mendukung pengembangan inovasi mahasiswa.
Dr. H. Ahmad Syaiful Rahman, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam pernyataan resmi yang diberikan pada Rabu, 17 April 2026, di Aula Utama Kampus Unismuh Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi ini.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berkomitmen pada pendidikan berkualitas, tetapi juga pada inovasi dan penelitian yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pencapaian mahasiswa kami ini menunjukkan bahwa biarpun kami berlokasi di daerah, kami mampu bersaing dan unggul di tingkat nasional bahkan internasional,” kata Rektor Ahmad Syaiful Rahman, sambil menepuk pundak Muhammad Rizki Pratama.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Unismuh Kendari telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung program-program inovasi dan entrepreneurship mahasiswa. “Kami percaya bahwa universitas harus menjadi inkubator bagi generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki mindset entrepreneurial dan problem-solving yang kuat,” tambah Rektor.
Prof. Dr. Ir. Bambang Hermanto, M.T., Dekan Fakultas Teknik Unismuh Kendari, juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi tim mahasiswa ini. Dalam acara apresiasi yang diadakan di Gedung Unit Fakultas Teknik, beliau mengatakan:
“Ketiga mahasiswa ini adalah representasi sempurna dari nilai-nilai yang kami junjung tinggi: integritas, inovasi, dan kontribusi sosial. Mereka tidak hanya menciptakan teknologi canggih, tetapi juga memastikan bahwa teknologi ini benar-benar berguna dan dapat diimplementasikan untuk menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. Ini yang kami sebut sebagai responsible innovation,” ujar Prof. Bambang dengan nada penuh apresiasi.
Dampak dan Prospek ke Depan
Prestasi Tim Smart Coastal Guard System ini membawa dampak positif yang signifikan bagi berbagai stakeholder. Pertama, bagi institusi Unismuh Kendari sendiri, pencapaian ini meningkatkan reputasi kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan inovasi tingkat nasional. Hal ini diharapkan akan meningkatkan minat calon mahasiswa untuk memilih Unismuh Kendari sebagai tempat menuntut ilmu.
Kedua, bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, prestasi ini menjadi inspirasi dan motivasi untuk terus berinovasi dan berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi. Program mentoring dan knowledge sharing yang telah dijadwalkan akan membantu mahasiswa lain untuk mengikuti jejak tim pemenang ini.
Ketiga, bagi masyarakat luas, terutama para nelayan dan aparat keamanan maritim Indonesia, inovasi Smart Coastal Guard System menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional. Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara telah menunjukkan minat serius untuk melakukan pilot project lebih luas menggunakan inovasi ini.
“Kami berharap bahwa dalam dua tahun ke depan, sistem ini dapat diimplementasikan di seluruh pantai strategis di Indonesia, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memiliki ancaman pencurian ikan tinggi,” kata Muhammad Rizki Pratama dalam vision statementnya.
Selain itu, tim juga telah menerima beberapa tawaran menarik dari perusahaan teknologi terkemuka untuk mengkomersialisasi inovasi ini. Mereka sedang dalam diskusi untuk mendirikan startup yang akan mengembangkan dan memasarkan sistem ini secara lebih luas.
Komitmen Berkelanjutan untuk Keunggulan Akademik
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang meraih prestasi tingkat nasional dan internasional dalam lima tahun ke depan. Strategi yang disiapkan mencakup:
Pertama, penguatan program riset dan inovasi melalui peningkatan alokasi dana dan fasilitas penelitian. Kedua, pengembangan sistem mentoring yang lebih terstruktur, menghubungkan mahasiswa berprestasi dengan para ahli dan profesional di bidangnya. Ketiga, peningkatan kolaborasi dengan universitas-universitas terkemuka di dalam dan luar negeri untuk berbagi best practices dalam penelitian dan inovasi.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Prestasi Tim Smart Coastal Guard System ini adalah awal dari momentum baru bagi Unismuh Kendari untuk menjadi universitas yang dikenal sebagai penghasil inovasi dan entrepreneur muda berbakat,” tegas Rektor Ahmad Syaiful Rahman dalam kesempatan yang sama.
Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 menunjukkan bahwa keunggulan akademik dan inovasi tidak hanya milik universitas-universitas besar di Jawa. Dengan dedikasi, fasilitas yang memadai, dan dukungan institusional yang solid, universitas di daerah juga mampu menghasilkan inovasi tingkat kelas dunia.
Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk terus mendorong mahasiswa agar berinovasi dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa lokasi geografis bukan hambatan untuk mencapai keunggulan akademik dan inovasi.
Selamat kepada Muhammad Rizki Pratama, Siti Nurul Amaliyah, dan Dedi Hermanto atas prestasi luar biasa ini. Semoga dedikasi dan inovasi kalian terus menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
—
Word Count: 1,847 kata